Wahabi Tidak Terima Disebut Wahabi Vs Syafi'iah Ridlo Disebut Syafi'iah

Desas desus di pojokan Medsos antara Wahabi Vs Syafi’iah sambil sesekali tak lupa menikmati minum kopi dan hisapan rokok.. aaah terasa dunia ini sejahtera. hingga memunculkan artikel yang saya juduli dengan Wahabi Tidak Terima Disebut Wahabi Vs Syafi'iah Ridlo Disebut Syafi'iah

Beberapa minggu ini saya membaca dari beberapa situs yang notabenenya adalah WAHABI. tak lupa juga saya sempatkan untuk membaca artikel di situs tersebut, dan sese kali saya juga coba baca buku yang diterbitkan oleh sekte wahabi. Hampir tidak ada satupun para mereka yang menggunakan nama wahabi. Bahkan mereka cenderung lebih menolak nama wahabi sebagai aliran mereka, dalam arti metode memahami alqur’an dan sunnah mengikuti Muhammad bin Abdul wahab.

Yang membuat geli saya, mereka mengklaim bahwa mereka adalah salafi, ahlu sunnah, bahkan ada dari mereka yang memperkosa/mencatut menggunakan kebesaran ulama ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah. Dengan slogan yang terlihat lurus padahal belok ke kiri yaitu kembali kepada Qur’an Dan Sunnah.

Usut Punya usut ternyata pas saya telusuri bahwa nama wahabi ini berkembang di kalangan mereka sudah begitu lammmmmma, Sehingga para guru guru mereka bangga dan sangat senang di nisbatkan pada nama WAHABI.

Berdeda dengan para santri (anak pondokan) yang notabenenya dari madzhab syafi’iah. Pemahaman atau metodologi dalam memahami Qur’an dan Sunnah Mereka bangga dan senang jika di nisbatkan pada Imam Syafi’i yang di namakan Syafi’iah.

Mereka para santri tak segan segan ketika membangun, mengkaji aqidah dan furuiahnya mengikuti cara para ulama salafusholih yang bermadzhab Imam Syafi’i Rohimahumullah.
Budaya santri (anak pondokan) dalam mengkaji alqur’an dan hadits.

  • Mereka tidak langsung memahami sendiri teks Qur’an dan Hadits artinya mereka menggunakan tafsirnya Alqur’an para ulama salafuholih.
  • Mereka lebih mengedepankan pemahaman para ulama salafusholih ketimbang pemahammnya sendiri.
  • Mereka tidak memutuskan sebuah hukum kecuali ada landasan dari kitab mu’tabar tentunya kitab buah karya dari para ula sholih.

Sekian artikel ini saya tulis, walaupun isinya sedikit semoga bisa bermanfaat terlebih menjadi sebuah pintu gerbang masuk dalam memahami Faham Ahlussunnah wal jama’ah.

Silahkan diminum dulu kopinya dan jangan lewatkan hisap juga sebatang rokoknya. Maka dunia ini sudah hampir tampak keadilnya.

0 Response to "Wahabi Tidak Terima Disebut Wahabi Vs Syafi'iah Ridlo Disebut Syafi'iah"

Post a Comment