Plus Dan Minus Jenggotan Pada kesempatan kali ini saya
ingin sedikit memberikan sebuah catatan menanggapi pernyataan KH. Said Aqil
Siroj (Ketua PBNU) yang menyatakan semakin panjang jenggotnya semakin kurang
cerdas atau Jenggot Mengurangi Kecerdasan. Setelah saya bowsing di mbah google
ternyata banyak sekali yang memanfaatkan pernyataan kontroversial tersebut. Berikut
hasil browsing saya mengenai pernyataan beliau di google dengan kata kunci “jenggot
mengurangi kecerdasan “. hanya saja beliau menghukumi SUNNAH pada seorang muslim yang berjenggot.
Dari penelusuran yang saya dapati
banyak sekali tanggapan miring dari para natizen terkait pernyataan jenggot
mengurangi kecerdasan dan saya maklumi karena mereka tidak mengetahui duduk
persoalannya dan tidak sedikit pula yang membenarkan pernyataan tersebut. Pada kesempatan
kali ini saya mencoba mengulas kembali pernyataan KH said aqil siroj mengenai
jenggot mengurangi kecerdasan yang saya ambil dari beberapa sumber baik yang
pro dan yang kontra.
Mereka yang kontra dengan
pernyataan KH said aqil siroj bahwa jenggot mengurangi kecerdasan itu bukan
hanya begitu saja mengalir secara natural seperti air yang mencari dataran yang
lebih rendah, akan tetapi banyak persifatannya/latarbelakang yang mendominasi
mereka mengapa tidak sepaham dengan pernyataan KH said aqil sirot bahwa jenggot
mengurangi kecerdasan. Baik saya mencoba untuk menganalisa dan membagi menjadi
beberapa kelompok berdasarkan latar belakang dan persifatannya mereka. Karena sebuah
kopi yang di campur dengan gula lalu dilarutkan dengan air dan dituangkan
kedalam cangkir atau gelas itu akan
teresa berbeda beda rasanya, apalagi peracikan kopi tersebut di racik oleh yang
bukan ahlinya. Kopipun sudah tidak dapat memberikan aroma nikmatnya, dan bukan
hanya itu. Kopipun akan kurang memberikan kehidupan dan serasa keadilan dimuka
bumi ini sudah terkubur besama para ulama dan ilmuan.
KELOMPOK PERTAMA BERDASARKAN
PERSIFATANNYA.
Terpropaganda oleh media atau individu
perseorangan. Sifat pertama dimana seseorang atau kelompok menyikapi pernyataan
KH said aqil siroj baik yang pro atau yang kontra mereka terpropaganda oleh
kepentingan media atau kelompok. Apalagi sekarang informasi begitu cepat dengan
dilatar belakangi oleh perkembangan dunia teknologi sehingga akses informasi
begitu mudah dalam mencari korban dan akan memakan siapapun dari mereka yang
malas mencari informasi dari penyeimbangnya.
KELOMPOK KEDUA BERDASARKAN DARI
LATAR BELAKANGNYA.
Di pungkiri atau tidak banyak
dari kita bahwa arus pemikiran atau kesimpulan yang dibuat oleh kita itu
didominasi oleh sebuah latarbelakang. Tentunya sebuah latar belakang itu sangat
efektif dalam mempengaruhi kontruk bangunan pemikran kita. Terkadang sampai
pada menghukumi sesuatupun dari sebuah kesimpulan baik hukum atau pandangan itu
di motori oleh sebuah latar belakang. Yang berlatar belakang akdemisi itu akan
berbeda dalam menyikapi pernyataan KH Said aqil siroj mengenai jenggot panjang
mengurangai kecerdasan. Begitupun kelompok seperti yang berlatar belakang
Komunitas NU itu akan Berbeda dengan FPI, WAHABI atau Jama’ah khuruj dalam
menyikapi pernyataan jenggot mengurangi kecerdasan.
Baiklah Para Pembaca yang saya hormati.
«إِذَا وُسِدَ الأَمْرُ إلى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ»
“Apabila suatu perkara diserahkan
kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.
Sebuah kopi yang yang di racik
oleh ahlinya. Kopi di campur dengan gula serta dilarutkan dengan air dan
dituangkan kedalam cangkir atau gelas lalu disuguhkan diatas Karpet nan
bersejarah dilengkapi dengan hisapan hisapan mesra detik demi detiknya bercumbu
bersama sebatang Udud itu akan teresa berbeda beda rasanya, Berbeda jika
peracikan kopi tersebut di racik oleh yang bukan ahlinya. Kopipun sudah tidak
dapat memberikan aroma nikmatnya, dan bukan hanya itu. Kopipun akan kurang
memberikan kehidupan dan serasa keadilan dimuka bumi ini sudah terkubur besama
para ulama dan ilmuan.



0 Response to "Plus Dan Minus Jenggotan"
Post a Comment