Daftar Nama Sekte Wahabi/Salafi



Wahabi salafi di Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok yang di antara mereka kadang tidak saling menyukai satu sama lain. Berikut nama kelompok tersebut dan komentar satu kelompok tentang kelompok lain sebagaimana dituturkan oleh seorang mantan aggota Salafi Wahabi (Sawah):

Daftar Nama Kelompok Wahabi Salafi

Salafi Turatsi

Salafi Yamani

Salafi Wahdah Islamiyyah

Salafi Sururi Sururiyah adalah nisbat kepada seseorang yang bernama Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin.

Salafi Haraki

Salafi Halabi dari Ali Hasan Al Halabi

Salafi Hadadu Hajuru dari Yahya Al Hajuri

Salafi Ghuraba

Salafi Wahdah Islamiyah

Salafi MTA

Salafi Persis

Salafi Ikhwani

Salafi Hadadi

Salafi Turabi

Komentar Tokoh Kelompok Salafi tentang Kelompok Salafi Lain

Ketika datang ke ash-Shofwa di Lenteng Agung (Salafi Turatsi), ustadz-ustadz ash-Shofwa berkata: “Haram hukumnya bermajelis dan berta’lim dengan Salafi Yamani.”

Ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta Selatan (Salafi Wahdah Islamiyyah), Salafi Wahdah berkata: “Salafi Turatsi itu hizbi, antek PKS dan Ikhwanul Muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahannam.”

Ketika saya hadir di ta’lim Salafi yang ada di masjid Hidayatus Shalihin Poltangan Pasar Minggu (Salafi Sururi), ustadz-ustadznya berkata: “Salafi Wahdah Islamiyyah adalah Khawarij anjing-anjing neraka yang menggunakan system marhala.”

Ketika saya hadir di masjid Fatahillah (Salafi Yamani), Salafi Yamani berkata: “Salafi Sururi, Salafi Haraki, Salafi Turatsi, Salafi Ghuraba, Salafi Wahdah Islamiyyah, Salafi MTA, Salafi Persis, Salafi Ikhwani, Salafi Hadadi, Salafi Turabi bukanlah Salafi, tapi Salaf-I (Salafi Imitasi) yang Khawarij, bid’ah dan hizbi.”

Ja’far Umar Thalib (Salafi Ghuraba) berkata: “Abdul Hakim Abdat (Salafi Turatsi) itu ustadz otodidak yang pakar hadats (najis) bukan pakar hadits.”

Muhamad Umar as-Seweed (Salafi Yamani) berkata: “Ja’far Umar Thalib itu ahli bid’ah dan Khawarij.” Bahkan komplotan as-Seweed membuat buku dengan judul “Pedang Tertuju di Leher Ja’far Umar Thalib”, yang artinya Ja’far Umar Thalib halal dibunuh.

Abdul Hakim Abdat (Salafi Turatsi) berkata: “Salafi Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar”, (hanya) karena mendirikan yayasan/organisasi. Organisasi menurutnya adalah hizbi.

Salafi Wahdah Islamiyyah berkata: “Salafi Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu Salafi-salafi primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.”


Abdurahman Wonosari:

Berkaitan dengan fitnah tahazzub, yang dinukilkan oleh Syaikh Muqbil

bin Hadi, dengannya memecah-belah barisan salafiyyin dimana-mana,

termasuk di Indonesia. Kemudian fitnah yang ditimbulkan oleh Yayasan

Ihya' ut Turots yang dipimpin oleh Abdurahman Abdul Kholiq serta

Abdullah as Sabt. Abdurahman Abdul Khaliq telah dinasihati secara keras

dan sebagian Ulama' menyebutnya sebagai mubtadi'. Adapun Jum'iyyah

Ihya' ut Turots dan Abdurahman Abdul Khaliq telah berhasil menyusupkan

perpecahan sehingga mencerai-beraikan Salafiyyin di Indonesia. Apakah

Jum'iyah Ihya' ut Turots (disingkat JI) ini memecah-belah dengan

pemikiran, kepandaian,gaya bicara mereka saja? (lihat 6).


Abu Ubaidah Syafrudin:

Bahkan sampai ta'ashub dengan kelompoknya, golongannya, sehingga

menyatakan bahwa salafy yang murni adalah kelompok salafy yang ada di

tempat fulani dan berada di bawah ustadz fulan (lihat 6).



Perpecahan internal ini bisa sangat tajam, sehingga kata-kata yang

diucapkan bisa sangat kasar, sehingga tidak layak diucapkan oleh

seorang hamilud da'wah (pengemban da'wah),



Abdul Mu'thi:

Khususnya yang berkenaan tentang Abu Nida', Aunur Rafiq, Ahmad Faiz

serta kecoak-kecoak yang ada di bawah mereka. Mereka ternyata tidak

berubah seperti sedia kala, dalam mempertahankan hizbiyyah yang ada

pada mereka (lihat 6).



Muhammad Umar As-Sewed:

Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka,

dan sisi lain sama saja. Bahwasanya dia ini, dari satu sisi lebih parah

karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya, sehingga lebih parah

karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang dengan hadits

tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri, sehingga

terlalu berbahaya.

Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia

menafsirkan seenak sendiri dan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya

dengan Qultu, saya katakan, saya katakan , begitu. Ya.., di dalam

riwayat ini,ini, dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti

para ulama, padahal dari mana dia belajarnya.

Ketika ditanyakan tentang Abdul Hakim , "Siapa?", lalu diterangkan

kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasa dipakai untuk

acara resmi ala Barat, red), "Hah huwa Mubanthal (pemakai panthalon,

celana panjang biasa yang memperlihatkan pantatnya dan kemaluannya

itu)" (lihat 2).



Dzulqarnain Abdul Ghafur Al-Malanji:

KITA KATAKAN: apalagi yang kalian tunggu wahai hizbiyyun? Abu Nida',

Ahmad Faiz dan kelompok kalian At-Turatsiyyin!! Bukankah kalian

menunggu pernyataan dari Kibarul Ulama'? Bahkan 'kita hadiahkan' kepada

kalian fatwa dari barisan ulama salafiyyin yang mentahdzir Big Boss

kalian!! Kenapa kalian tidak bara' dan lari dari At-Turats?! Mengapa

kalian masih tetap menjilat dan mengais-ngais makanan, proyek-proyek

darinya?! (lihat 5).

Walhasil, perpecahan diantara salafi terjadi beberapa kelompok dan

diantara mereka merasa paling dirinya paling benar. Kelompok-kelompok

yang berpecah belah dan saling menganggap sesat itu antara lain:

Kelompok Al-Muntada (sururiyah) yang didirikan oleh Salafi London yakni

Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin, kemudian di Indonesia membentuk

kelompok Al-Sofwah dan Al-Haramain dengan pentolannya Muhammad Kholaf,

Abdul Hakim bin Abdat, Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ainul Harits

(Jakarta) dan Abu Haidar (As-Sunnah Bandung).

Ini juga dari kedustaan dia, membangun masjidnya ahlul bid'ah, Hadza

Al-Sofwah, dan Yazid Jawwas mengatakan "Al-Sofwah itu Salafy", padahal

tadinya ketika dia masih sama kita dia mengatakan bahwa Al-Sofwa itu

ikhwani, Surury, tapi ketika dia bersama mereka sudah meninggalkan

Salafiyyin, terus omongnya sudah lain.



Sehingga apa yang mereka sebarkan dari prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan

Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang bertolak belakang dengan Sunnah

Rasulullah, dan bertentangan dengan 180 derajat (lihat 2).



Muhammad Umar As-Sewed (Cirebon):



Dalam syarhus Sunnah dalam aqidatus salaf ashabul hadits, kemudian

dalam Syariah Al-Ajurry, kemudian Minhaj Firqatun najiyah Ibnu

Baththah, itu semua ada. Yang menunjukkan mereka semua sepakat untuk

memperingatkan ummat dari ahlul bid'ah dan mentahdzir ahlul bid'ah,

membenci mereka, menghajr mereka, memboikot mereka dan tidak bermajlis

dengan mereka, itu sepakat. Sehingga apa yang mereka sebarkan dari

prinsip-prinsip ikhwaniyyah dan Sururiyyah ini, adalah sesuatu yang

bertolak belakang dengan Sunnah Rasulullah, dan bertentangan dengan 180

derajat (lihat 2).



Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, di negara-negara Arab-pun

juga demikian, diantara ulama salafi sendiri mengklaim merekalah salafi

yang asli dan harus diikuti, sedangkan yang lain sesat dan harus

dihindari pengajian-pengajian, buku-buku dan kaset-kasetnya. Salafi

yang merasa asli menyatakan bahwa merekalah pengikut shalafush shalih

yang benar, sedangkan salafi yang lain hanya mengaku-ngaku saja sebagai

salafi. Begitu juga sebaliknya!



Ada kelompok ulama semisal Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz, Shalih bin

Fauzan Al Fauzan, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Muhammad bin Shalih

Al-Utsaimin, Muhammad bin Rabi' Al-Madkhali, dan lain-lain. (Saudi),

Muqbil bin Haadi, Yahya Al-Hajuri (Yaman), Muhammad bin Abdurrahman

Al-Maghrawi (Maroko), Falah bin Ismail, Falah bin Tsani As-Su'aidi,

Walid Al-Kandari, Mubarak bin Saif Al-Hajiri (Kuwait).



Disisi lain terdapat pula ulama salafi yang mereka anggap sesat semisal

Abdurrahman Abdul Khaliq (Kuwait), Muhammad Quthb (ex IM yang dianggap

masuk salafi), Muhammad Surur bin Nayif Zainal (London), dan lain-lain

(lihat 5). Abdurrahman Abdul Khaliq misalnya, beliau mendirikan

Jami'atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan Islam) di Kuwait juga

menggunakan landasan yang sama sebagai salafi, yakni menyatukan langkah

dengan menjadikan Al-Quran dan sunnah serta mengikuti salafush shalih

sebagai sumber tasyri', mengembalikan setiap persoalan kepada

kalamullah dan rasul-Nya (lihat 7, hal 11). Tetapi Abdurrahman Abdul

Khaliq dianggap sesat dan bid'ah oleh salafi yang lain, karena beliau

membentuk hizbi (lihat 6).


Begitu juga Muhammad Surur bin Nayif Zainal Abidin yang mendirikan

Al-Muntada di London, juga mengaku sebagai salafi. Tetapi karena beliau

mengkritik dengan keras kebijakan kerajaan Saudi yang bersekutu dengan

kafir AS untuk memerangi Iraq pada perang teluk, beliau juga mencela

ulama-ulama yang menjadi budak kerajaan Saudi dengan mecari-carikan

dalil yang sesuai dengan kebijakan penguasa kerajaan (lihat 4, hal

78-82 catatan kaki). Disamping itu beliau menggunakan prinsip IM:

"Nata'awan fima tafakna wa na'dziru ba'dina ba'don fi makhtalahna"

atau "Kita saling kerjasama apa yang kita sepakati dan kita

hormat-menghormati saling memaklumi apa yang kita berbeda" (lihat 2).

Sehingga beliau dianggap sesat dan bukan lagi sebagai salafi.

Kemudian kelompok Jami'atuts Turots Al-Islamiyah (lembaga warisan

Islam) yang didirikan oleh salafi Kuwait Abdurrahman Abdul Khaliq, di

Indonesia membentuk kelompok Ma'had Jamilurahman As-Salafy dan Islamic

Center Bin Baaz (Jogya) dengan pentolannya Abu Nida' Aunur Rafiq

Ghufron (Ma'had Al-Furqan Gresik), Ahmad Faiz (Ma'had Imam Bukhari

Solo), dan lain-lain.


Lantas bagaimana menyikapi orang-orang at Turots/Abu Nida' cs ini?

Syaikh Muqbil memberikan kaidah tentang orang-orang yang padanya ada

pemikiran hizbiyah, bahkan Abdurahman Abdul Kholiq dicap adalah

mubtadi'. Dengan keadaan Abu Nida' yang demikian, apakah sudah bisa

memastikan bahwa Abu Nida' adalah hizbi? Ya (Syaikh Yahya al Hajuri).

Disinilah perlunya membedakan antara Salafiyyin dan At Turots,

sebagaimana Allah tegaskan tidak akan sama orang yang berilmu dan

beramal, dibanding orang yang beramal dengan kejahilan (lihat 6).

Ada lagi kelompok salafi lain seperti FK Ahlussunnah wal jamaah (FKAWJ)

dan Lasykar Jihad yang didirikan oleh Ja'far Umar Thalib, yang juga

dianggap sesat oleh salafi lainnya.

sumber link : (http://wahabimu.blogspot.co.id)

0 Response to "Daftar Nama Sekte Wahabi/Salafi"

Post a Comment